Saturday, 6 April 2013

Patience

  In arabic, the language used by Islam, the word for patience is shabr (sha as in shaft and br as in saber, mintly read)

  But the word shabr impies more meaning, all interconected just by looking at them. We don't need to be a etymology professor to discern them. They are persistence, perseverance, self restraint.

  So, here's one story :

The Monk and the Samurai

Retold by John Porcino

There was once a samurai warrior who traveled to the distant home of an old monk. On arriving he burst through the door and bellowed, "Monk, tell me! What is the difference between heaven and hell?"
The monk sat still for a moment on the tatami-matted floor. Then he turned and looked up at the warrior. "You call yourself a samurai warrior," he smirked. "Why, look at you. You're nothing but a mere sliver of a man!"
"Whaaat!!" cried the samurai, as he reached for his sword.
"Oho!" said the monk. "I see you reach for your sword. I doubt you could cut off the head of a fly with that."
The samurai was so infuriated that he could not hold himself back. He pulled his sword from its sheath and lifted it above his head to strike off the head of the old monk. At this the monk looked up into his seething eyes and said, "That, my son, is the gate to hell." Realizing that the monk had risked his life to teach this lesson, the samurai slowly lowered his sword and put it back into the sheath. He bowed low to the monk in thanks for this teaching.
"My friend," said the monk, "That is the gate to heaven."
Reprinted with permission from Spinning Tales, Weaving Hope: Stories of Peace, Justice & the Environment, edited by Ed Brody, Jay Goldspinner, Katie Green, Rona Leventhal, and John Porcino, New Society Publishers, 1992. New edition 2002.
http://www.healingstory.org/stories/peace-stories.html
Here's another story :

Once in Arabia perhaps (i recall my memory of the story here), lived a couple, a husband and a wife (not adulterous couple as accepted in crazy countries nowadays). One day, the husband got an isnpiration to engrave his sword, as customary in all over the world untill today, to put inscription(s) on one's bladed weapon. His choice of writings was "shabr".

So, one day, out of necessity, he had to leave his wife and infant boy to do something important abroad, and maybe for a long time. Indeed it took long time in the end. Years of it.

Upon returning home, while overawed by joy, he rushed to their tenthouse. Only to catch sight of a handsome, fine, yet un-known young man coming out of it. Angry at first sight, he immediately drew his sword, and quicly catch the sight of the engraving he himself had chosen to put many years earlier. The insciption "shabr".

So, he entered the tent first, having withdrew his sword and hold his temper, to find his overjoyed wife. He then asked her kindly, "who was that very fine young man coming out of our tent just earlier?"

She so proudly replied "honey, that man was our grown up son": )

May we all derive good lessons from those simple stories. The simple ones are sometimes the best in dealing with this complex life.

Saturday, 16 March 2013

Makna Hidup Dalam Kehidupan Berkeluarga

http://m-alwi.com/makna-hidup-dalam-kehidupan-berkeluarga.html

Makna Hidup Dalam Kehidupan Berkeluarga 

6 Apr. 2012

  Makna Hidup Dalam Kehidupan Berkeluarga. Manusia adalah makhluk psikologis yang menganut suatu makna. Dalam psikologi komunikasi ada ungkapan “world don’t mean, people mean”; kata-kata itu tak memiliki makna, manusialah yang memberikakan makna. Manusia adalah makhluk yang mampu memberikan makna terhadap obyek. Obyek yang sama mungkin diberi makna berbeda-beda oleh orang yang berbeda. senyum biasanya dimaknai sebagai keramahan tetapi bagi orang yang sedang sakit hati kepada seseorang, maka senyuman orang itu bisa dimaknai sebagai penghinaan atau ledekan. Senyuman ibu tiri sering dimaknai buruk oleh anak tirinya, berbeda dengan persepsi dengan anak kandungnya. Senyuman yang sama berdampak menyejukkan bagi seseorang dan mungkin berdampak menyakitkan bagi orang lain.

  Apa makna sesuatu bergantung kepada persepsi tentang fungsi dari sesuatu itu, mata dipandang bermakna jika berfungsi untuk melihat, telinga dipandang bermakna jika berfungsi untuk mendengar, mobil dipandang bermakna jika berfungsi sebagai kendaraan. Suami dipandang bermakna oleh istrinya jika berfungsi sebagai suami, presiden dipandang bermakna oleh rakyatnya jika berfungsi sebagai pemimpin. Begitulah seterusnya segala sesuatu, tingkat bermaknanya bergantung kepada tingkat fungsinya.

Makna Hidup
   Manusia hidup di muka bumi memiliki berbagai fungsi, bagi dirinya, bagi keluarganya, bagi masyarakatnya, bagi bangsanya, bagi dunia dan bagi alam sekitarnya. Ada orang yang merasa dirinya bermakna tetapi tidak dipandang bermakna oleh orang lain, sebaliknya ada orang yang merasa dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, tetapi orang lain sangat menghormatinya.

  Ada orang yang tinggal berada dalam suatu lingkungan dalam waktu yang lama, tetapi kehadirannya tidak berpengaruh apa-apa bagi lingkungan masyarakatnya, maka ia tidak dipandang bermakna, hadirnya tidak membuat genap, dan absennya tidak membuat ganjil. Sebaliknya ada orang yang hanya melintas sebentar dalam kehidupan masyarakat, tetapi karena kehadirannya membawa perubahan besar kepada tatanan masyarakat maka sepeninggal orang tersebut namanya masih selalu disebut, gagasannya masih selalu didiskusikan, pendapatnya masih selalu dirujuk orang. Waktu yang sebentar tetapi fungsional dalam membawa perubahan, maka kehadiran sebentar itu dipandang sangat bermakna, sehingga mungkin nama orang itu diabadikan dalam nama jalan atau gedung, atau bahkan banyak bayi lahir yang kemudian diberi nama dengan nama orang itu.

Kunci Hidup Bermakna
   Hidup menjadi bermakna sangat erat hubungannya dengan pandangan hidup yang dianut. Jika seseorang memiliki pandangan hidup (way of life) yang benar, maka peluang untuk membuat makna dalam hidupnya sangat terbuka. Sebaliknya pandangan hidup yang keliru akan membuat keliru juga dalam mengambil keputusan yang akan berakhir bukan saja hidupnya menjadi kurang atau bahkan tidak bermakna, tetapi ada kemungkinan justeru merusak, merusak dirinya dan merusak orang lain. Pandangan hidup dipandu oleh konsep budaya dan oleh keyakinan agama. Budaya yang tinggi akan melahirkan makna penting dan besar, budaya yang rendah akan melahirkan makna yang rendah pula. Keyakinan agama yang lurus akan melahirkan kehidupan yang benar-benar bermakna, sementara akidah agama yang keliru atau sesat akan menyesatkan penganutnya pula dan berujung pada kehadiran yang tak bermakna atau bahkan merusak.

Sumber : Buku Psikologi Keluarga – Dari Keluarga Sakinah Hingga Keluarga Bangsa -
Prof. DR. Achmad Mubarok, MA, hal. 154 – 156. Buku ini kebetulan saya (penulis asli) peroleh secara langsung dari penulisnya (hadiah).

 

Friday, 15 March 2013

The Flight Of The Bee

  Do you wish to see me wrote "The Flight Of The Bumblebee":)? I'm truly sorry. I admit i did gain my inspiration from that classical piece of Nikolai Rimsky, its title of course, which also one of my favourite classical piece, but noo..this won't be about that song.

  Ok, here's a picture of Bee
  Here's another one

  Fine, to get moving forward, i just would like to say that there's is actually a surah entitled "The Bee" in the Qur'an. Funnily, the animal mentioned the most inside it is the cow! But God does speak about bee somewhere else. God mentions in the qur'an that "He disdains not to use the similitude of a gnat" (larvae of mosquitoes etc) to teach us (the Qur'an 2nd surah verse 26).

  Let's take a look at bees. Deep look, not just western, hellenisteic inspired superficial physycal sensual look. But REAL DEEP look.
  1. Bees only come to good quality plants with good quality flowers. Then they just take what they need, which is good quality pollen.
  2. They just take what they need, leaving everything else intact. Even help inter-plants pollination/seeding.
  3. They work together with all their very body and souls, just for the welfare of the whole colony.
  4. They don't disturb anybody deliberately. But if their home and family get harassed, they will give their bodies and souls to destroy the attacker.
  Why won't we be like them?
  I don't say "why can't we be like them" because God permit we CAN. The question left is our willingness.
  1. We come just to good places, good neighbourhood, good surroundings, doing good things only.
  2. Doing good things only includes leaving all we don't need intact, even better if we can bring improvement (aren't bees actually hellp plants pollinating/seeding each other?)
  3. We are all individuals, but the fact, out of all selfishly made presumption, human ones, is that we all come from One Source and will go home to One Destination. We are part of the same universe and we need each other and slowly or quickly, directly or not, all our actions influence each other. So we all better work together towards one universal, all encompassing mutual benefit and goodness.
  4. Not deliberately disturbing anybody who has not done anything wrong to us. But when our family, community, home, belief, is harassed, we are prepared to die for their salvation.

Tuesday, 3 July 2012

Presiden Amerika Yang Penuh Kegagalan

 
Sebelum membahas bagaimana belajar menghadapi kegagalan dari sudut psikologi, kita ulas dulu sejarah singkat Abraham Lincoln terutama daftar kegagalan beliau yang ternyata tidak menyurutkannya dalam perjuangan hidupnya. Abraham Lincoln (lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1809 - meninggal di Washington, D.C., 15 April 1865 pada umur 56 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, menjabat sejak 4 Maret 1861 hingga terjadi pembunuhannya. Dia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan perbudakan.

Namun, saat perang telah mendekati akhir, dia menjadi presiden AS pertama yang dibunuh. Sebelum pelantikannya pada tahun 1860 sebagai presiden pertama dari Partai Republik, Lincoln berprofesi sebagai pengacara, anggota legislatif Illinois, anggota DPR Amerika Serikat, dan dua kali gagal dalam pemilihan anggota senat.

Sebagai penentang perbudakan, Lincolnmemenangkan pencalonan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada tahun 1860 dan kemudian terpilih sebagai presiden. Masa pemerintahannya diwarnai dengan kekalahan dari pihak Negara Konfederasi Amerika Serikat, yang pro perbudakan, dalam Perang Saudara Amerika. Dia mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penghapusan perbudakan melalui Proclamation of Emancipation pada tahun 1863, dan menambahkan Pasal ketiga belas ke dalam UUD AS pada tahun 1865.

Lincoln mengawasi perang secara ketat, termasuk pemilihan panglima perang seperti Ulysses S. Grant. Para ahli sejarah menyimpulkan bahwaLincoln mengorganisir faksi-faksi dalam Partai Republik dengan baik, membawa tiap pemimpin faksi ke dalam kabinetnya dan memaksa mereka bekerja sama. Lincoln berhasil meredakan ketegangan dengan Inggris menyusul Skandal Trent pada tahun 1861. Di bawah kepemimpinannya pihak Utara berhasil menduduki wilayah Selatan dari awal peperangan. Lincolnkemudian terpilih kembali sebagai presiden AS pada tahun 1864.

Para penentang perang mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang menolak berkompromi terhadap perbudakan. Sebaliknya, kaum konservatif dari golongan Republikan Radikal, faksi pro penghapusan perbudakan Partai Republik, mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang lambat dalam penghapusan perbudakan. Walaupun terhambat oleh berbagai rintangan, Lincoln berhasil menyatukan opini publik melalui retorika dan pidatonya, pidato terbaiknya adalah Pidato Gettysburg.

Mendekati akhir peperangan, Lincoln bersikap moderat terhadap rekonstruksi, yaitu mendambakan persatuan kembali bangsa melalui kebijakan rekonsiliasi yang lunak. Penggantinya, Andrew johnson, juga mendambakan persatuan kembali orang kulit putih, tapi gagal mempertahankan hak para budak yang baru dibebaskan. Lincoln dinilai sebagai presiden AS yang paling hebat sepanjang sejarah Amerika.

Berikut tabel daftar kegagalan dari orang yang semasa hidupnya mengalami banyak tantangan dan badai namun menjadi orang hebat.


NoTahunKejadian
1.1831Abraham Lincoln mengalami kebangkrutan dalam usahanya.
2.1832Abraham Lincoln menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal.
3.1833Abraham Lincoln kembali menderita kebangkrutan.
4.1835Sang istri Abraham Lincoln meninggal dunia.
5.1836Abraham Lincoln menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
6.1837Abraham Lincoln menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato.
7.1840Abraham Lincoln gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat.
8.1842Abraham Lincoln menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat.
9.1848Abraham Lincoln kalah lagi di konggres Amerika Serikat.
10.1855Abraham Lincoln gagal lagi di senat Amerika Serikat.
11.1856Abraham Lincoln kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat.
12.1858Abraham Lincoln kalah lagi di senat Amerika Serikat.
13.1860Abraham Lincoln akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat.

Kalau orang lain yang mengalami demikian banyak kegagalan seperti yang dialami Abraham Lincoln mungkin sudah mundur teratur. Namun Lincoln tetap maju terus, kata mundur sama sekali tidak ada dalam kamusnya. Itulah sebabnya akhirnya dia mencapai suatu sukses yang luar biasa.

Dari semua kejadian diatas ujar-ujar atau kata mutiara dari Abraham Lincoln yang pantas untuk kita gunakan adalah:

    Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat. (Abraham Lincoln)

Motivasi

Kegagalan bukan hal luar biasa, bukan memalukan, tidak patut ditertawakan, kecuali mungkin hanya Kegagalan Miyabi saja yang lucu didunia ini. Apakah Anda takut gagal? Begitu takutnya sampai Anda tidak berusaha untuk mencoba? Cobalah pikirkan kembali, hal itu benar-benar tak masuk akal. Dengan tidak mencoba barang sekalipun, sebenarnya Anda sudah gagal. Jadi rasa takut gagal adalah penyebab kegagalan yang pasti.

Apakah Anda takut? Coba perhatikan rasa takut Anda. Perhatikan pesan yang berusaha disampaikannya. Rasa takut membuat Anda lebih waspada. Rasa takut memberi energi ekstra. Rasa takut membuat Anda mampu mengatasi tantangan tersulit. Tidak ada yang mampu mendorong sumber daya dalam diri Anda, lebih dari rasa takut.

Rasa takut sebenarnya ada untuk mendorong Anda maju, bukan untuk menahan Anda. Biarkan rasa takut mengajarkan Anda. Biarkan rasa takut mempersiapkan Anda. Tetapi jangan membuat rasa takut menghentikan Anda. Saat rasa takut menahan Anda, coba perhatikan baik-baik apa yang menyebabkan rasa takut, dan Anda akan menemukan alasan untuk bergerak maju.

    Kegagalan paling abadi adalah kegagalan untuk mulai bertindak. Bila Anda sudah mencoba, dan ternyata gagal, Anda memperoleh sesuatu yang bisa dipelajari dan mungkin dicoba kembali. Anda tidak akan pernah gagal bila Anda terus berusaha.

sumber : http://jogora.blogspot.com/2010/09/presiden-amerika-yang-penuh-kegagalan.html

Inilah Keajaiban Matematika

Perhatikan baik-baik:

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11

12 x 9 + 3 = 111

123 x 9 + 4 = 1111

1234 x 9 + 5 = 11111

12345 x 9 + 6 = 111111

123456 x 9 + 7 = 1111111

1234567 x 9 + 8 = 11111111

12345678 x 9 + 9 = 111111111

123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88

98 x 9 + 6 = 888

987 x 9 + 5 = 8888

9876 x 9 + 4 = 88888

98765 x 9 + 3 = 888888

987654x 9 + 2 = 8888888

9876543 x 9 + 1 = 88888888

98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?

Coba lihat kesimetrian ini :

1 x 1 = 1

11 x 11 = 121

111 x 111 = 12321

1111 x 1111 = 1234321

11111 x 11111 = 123454321

111111 x 111111 = 12345654321

1111111 x 1111111 = 1234567654321

11111111 x 11111111 = 123456787654321

111111111 x 111111111 = 123456789876543 21

kurang hebat????

Sekarang lihat ini

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?

Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.

Bagaimana bila ingin mencapai 101%?

Apakah nilai 100% dalam hidup?

Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi

jawabannya:

Jika ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :

11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K

8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E

11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E

1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD

12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH

19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%

Bagaimana??


sumber : http://www.mindtalk.com/ch/YouKnow#!/post/4f8d134af7b73039b90009a4